Crazy
Hai, aku kembali masih sebagai manusia yang sama. Semakin hari, kebencianku pada Ayah semakin tumbuh. Apakah itu sebuah dosa?
Pertanyaan itu terus berputar di kepalaku. Jika aku melawannya, amarahnya akan semakin menjadi. Namun jika aku memilih diam, hatiku justru semakin terluka. Aku terlalu sering menelan segalanya sendiri, sampai air mata yang jatuh pun terasa perih di mataku.
Lalu, apakah aku salah jika aku mengumpatinya di dalam hati? Jika itu satu-satunya cara yang kumiliki untuk membela diriku sendiri?
Jadi anak terakhir itu tidak selalu seru ya? Ah, mungkin hanya aku yang merasakan seperti itu, baiklah.
Wahai tuan anjing biarkan aku memanggil mu berulang kali ya.
ANJING ANJING ANJING ANJING SAKITT BANGETT HIKS MAU HUG, HUG ME PLEASE, 5 MENIT JUGA BOLEH SIALANNNNN GUE GASUKA INI GUE GASUKA SEDIH GUE GASUKAA
Posted Feb 17, 2026, 3:09 AM UTC